Bupati Banjar ini dinilai konsisten menghidupkan budaya leluhur Kesultanan Banjar. Bahkan sebelum menjadi bupati, dia tercatat sebagai salah seorang tokoh masyarakat yang memerkasai kegiatan keagamaan seperti peringatan wafatnya ulama keturunan Sultan Banjar, pendirian Balai Adat Banjar dan festival budaya Banjar.

Kekayaan Lembaga ini terdiri dari : Pangkal kekayaan pertama yang telah dipisahkan oleh para pendiri sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta upiah). Dana-dana atau sumbangan-sumbangan dan/atau bantuan-bantuan baik dari pemerintah dan/atau badan-badan lainnya maupun organisasi-organisasi dan perorangan yang menaruh minat terhadap lembaga ini Derma-derma tetap Hibah-hibah biasa dan hibah-hibahTeruskan Membaca

TUJUAN didirikannya LAKKB adalah : Melestarikan budaya, tradisi, dan adat-istiadat Kesultanan Banjar sebagai sumber akar budaya. Menghidupkan kembali nilai-nilai budaya warisan leluhur yang berbudaya adiluhung Mengangkat, menjaga kehormatan harkat dan martabat, identitas serta derajat kemuliaan keluarga-kerabat Kesultanan Banjar Maksud didirikannya LAKKB adalah : Melakukan pengamatan, penelitian dan pengkajian terhadap aset-asetTeruskan Membaca

Lembaga ini dinamakan Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar atau disingkat dengan LAKKB. Lembaga ini didirikan sejak hari Rabu tanggal 09 Juni 2010 dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan. Pusat Lembaga ini berkedudukan di Martapura, Kalimantan Selatan LAKKB berasaskan Pancasila dan bersifat Independen dan terbuka

Musyawarah Adat adalah musyawarah pengambilan keputusan tertinggi dalam Lembaga. Peserta Musyawarah Adat adalah Badan Pendiri, Badan Pengurus dan Undangan yang ditentukan oleh Badan Pendiri. Musyawarah Adat diselenggarakan sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun sekali. Musyawarah Adat diselenggarakan oleh Badan Pendiri, dan juga bisa diusulkan oleh Badan Pengurus setelah disetujui Badan Pendiri.Teruskan Membaca

Badan Pengurus adalah mereka yang dipilih dan diangkat oleh Badan Pendiri berdasarkan hasil Musyawarah Adat. Badan Pengurus bertugas melaksanakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dituangkan dalam bentuk program kerja Periodesasi Badan Pengurus 3 (tiga) tahun, setelah periodesasi selesai dapat dipilih kembali oleh Badan Pendiri Badan Pengurus dapat berhenti karenaTeruskan Membaca

Badan Pendiri adalah penggagas lahirnya Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar. Badan Pendiri menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali Badan Pendiri bertugas melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja Badan Pengurus Badan Pendiri mempunyai kewenangan menghentikan kegiatan-kegiatan Badan Pengurus yang bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), moralitas, hukum adatTeruskan Membaca

Badan Penasehat adalah Ulama, Tatuha, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat yang dipilih dalam Rapat Badan Pendiri, dengan mempertimbangkan masukan dan saran Badan Pengurus.

Arus globalisasi dengan mengatasnamakan modernisasi dewasa ini adalah hal yang tak bisa di elakkan, telah merasuk keberbagai sendi kehidupan masyarkat dalam berbagai bentuknya di semua bidang. Globalisasi selain membawa pengaruh positif, juga membawa pengaruh negatif, terutama terhadap tatanan budaya dan nilai-nilai luhur yang sudah ada dan hidup di tengah masyarakat.Teruskan Membaca