Totalitas seorang Sultan Khairul Saleh terhadap pekerjaan diakui banyak rekan dan juga relasinya. Sejak mahasiswa hingga memasuki dunia kerja, suami dari Ratu Hj. Raudatul Jannah, MSi ini tak pernah mau menunda pekerjaan.

Semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dilakoni dengan rasa penuh tanggung jawab dan tepat waktu. Salah satu bukti nyata yang menjadi catatan terbaik yang diukir Sultan Kharul Saleh ketika menyelesaikan proyek pekerjaan Bank Dunia. Dari tujuh tahun yang diproyeksikan, Sultan Khairul Saleh yang kala itu menjabat sebagai Kasubdin Bina Marga Dinas PU Kota Banjarmasin mampu menyelesaikannya hanya dalam tempo empat tahun.

Singkatnya waktu pengerjaan dengan kualitas pekerjaan yang terjaga, membuat Wali Kota Sopyan Arpan memberikan apresiasi kepada Sultan Khairul Saleh, dengan menganugerahkan kenaikan pangkat istimewa. Kebiasaan tidak menunda tugas atau pekerjaan sudah dilakukan sejak dia di bangku kuliah. Ketika menyelesaikan tugas akhir (skripsi), bahkan terbilang sangat cepat. Dia mampu menyelesaikan skripsinya hanya dalam waktu tiga bulan. Padahal, untuk menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Teknik pada saat itu, biasanya mahasiswa membutuhkan waktu setidaknya satu hingga tiga tahun. Bahkan tugas akhir yang mestinya dikerjakan dua orang diselesaikan Sultan Khairul Saleh sendirian karena waktu itu teman satu tim sakit keras.

Sisi lain dari sosok Sultan Khairul Saleh adalah jiwa kepemimpinan. Ini terlihat saat menjadi mahasiswa, Sultan Khairul Saleh selalu menjadi figur sentral. Tidak hanya kreator, juga menjadi motor bagi rekan-rekan di kampus. Rekan-rekannya menyebut Sultan adalah sosok yang cerdas. “Dia selalu kaya akan ide. Ini yang jarang dimiliki teman-temannya di kampus. Mungkin itu bakat alamiah yang tidak dimiliki semua orang,” ucap Ir Rusdi Hasbi, teman satu kampus yang kini menjadi pengusaha sukses di Jakarta.

Tak heran di mata rekan kerjanya, Sultan Khairul Saleh dikenal sebagai sosok pekerja keras. Hampir tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Semua dikerjakannya dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu. Tanggung jawab dan komitmen Sultan Khairul Saleh dalam setiap pekerjaan begitu besar. Sultan Khairul Saleh sangat serius dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Ir. Herdiansyah (Dedet), sohib Sultan Khairul Saleh sangat terkesan bahkan kagum dengan totalitas Sultan terhadap pekerjaan. Dia masih ingat bagaimana Sultan Khairul Saleh siang harinya bersanding (menikah) di pelaminan, besok malamnya sudah muncul di kantor Nagasari dan langsung kerja sampai pagi. Satu hal yang istimewa dari Sultan Khairul Saleh, dia tidak pernah marah. Walaupun marah, dia tetap tersenyum, padahal sebenarnya dia sedang tidak enak hati. “Selama bergabung sejak tahun 1983 sampai sekarang, saya tidak pernah dimarahinya. Dia punya kelebihan dalam mengendalikan diri dan mengontrol emosi,” ungkapnya.

Sultan Khairul Saleh juga punya prinsip, bila orang baik dengan dirinya, dia harus lebih baik lagi dengan orang tersebut. “Tetapi dia pantang dikhianati, bakal hilang kepercayaannya selamanya,” imbuhnya. Selain itu, Khairul Saleh sangat menghormati kedua orangtuanya. Begitu hormatnya, “kepada kami dia selalu mengingatkan agar selalu menghormati dan menghargai orangtua.”