Dewan Agung Majelis Raja Sultan Se-Indonesia, Ketua Umum FSKN, Sekretaris Jenderal Kerapatan Raja-Sultan Borneo, Sultan Banjar H Khairul Saleh Al-Muhtasim Billah, menyampaikan sambutan di acara Penobatan Tuanku Bosa XV di Rumah Gadang Talu.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Ronaldi SAg Bandaro Rajo, Sultan berharap Tuanku Bosa XV dapat meneruskan warisan pusaka Kerajaan Kabuntaran Talu dalam rangka memajukan budaya Minang khususnya, dan memperkaya khasanah budaya Nusantara pada umumnya.

“ Kami yakin kiprah Tuanku Bosa dan pendahulunya adalah bagian penting yang meletakkan tonggak-tonggak warisan budaya hingga terkenal sampai ke seluruh nusantara, bak sawah berjenjang, tak habis air mengalir ke hilirnya,”

“ Selamat kepada Tuanku Bosa XV yang baru dinobatkan. Kami berharap, segenap keluarga besar dan masyarakat Minang baik yang ada di daerah setempat maupun di perantauan ikut mendukung dan menyukseskan kerja-kerja kebudayaan yang diemban oleh Raja, Sultan dan Para Datuk Pemangku Adat. Semoga Allah swt senantiasa memberikan taufik, hidayah, rahmat dan ridhaNya untuk kita semua. Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf dan segala kekurangan. Semoga negeri Tuanku Bosa XV dalam lindungan Allah SWT,”

Seperti diketahui, Raja Kabuntaran Talu Tuanku Bosa XV (lima belas) Ir. H. Jhonny ZA. MM. SI dinobatkan di Rumah Gadang Talu, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Senin 2 Agustus 2021.

Penobatan tersebut diikuti oleh dua Kementerian Republik Indonesia (RI) melalui zoom meeting. Acara juga disiarkan langsung melalui live steaming YouTube Diskominfo Pasbar.

Dua menteri yang mengikuti penobatan yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim diwakili oleh Dirjen tentang kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa dan masyarakat adat, Samsul Hadi.

Prosesi penobatan pucuk adat nagarai Talu yang mematuhi Prokes tersebut juga dihadir langsung Raja Alam Minangkabau dari Pagaruyung, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Pasbar Risnawanto, Dandim 0305, Wakapolres Pasbar, Anggota DPRD Pasbar Adriwilza, Sifrowati, unsur Forkopimda Pasbar, Forkompinca Talamau, Kerapatan Adat Negari (KAN) se kabupaten Pasaman Barat dan Andiko serta pangulu gadiang balalai datuak kabuntaran Nagari Talu, serta stakeholder terkait lainnya.

Melalui virtual, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno mengatakan bahwa prosesi adat yang digelar oleh Nagari Talu dalam penobatan merupakan nilai budaya yang perlu dilestarikan. Dengan nilai budaya dan kearifan lokal yang ada bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. “Selamat kepada Tuanku Bosa XV, ini merupakan salah satu nilai budaya yang perlu dilestarikan,” katanya.

Dirjen kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa dan masyarakat adat Samsul Hadi yang mewakili Mendikbudristek Nadiem Makarim juga mendukung apa yang telah dilakukan oleh Nagari Talu, yang telah menjaga kegiatan adat istiadat di masyarakat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelaskan jika Tuanku Bosa memiliki peran yang sangat besar bagi masyarakat di Talu, terutama di bidang pertanian. Tuanku Bosa memiliki peran penting untuk mendukung pemerintah dalam memajukan pembangunan. “Semoga tekad cita- cita Almarhum Fadlan Maalip Tuanku Bosa XIV bisa dilanjutkan oleh Tuanku Bosa XV ini,” ungkap Mahyeldi.

Jika ingin menguatkan Minangkabau, lanjutnya, maka harus lebih dahulu dikuatkan nagarinya. Jika nagari sudah kuat maka masyarakat akan sejahtera. “Begitu juga dengan Sumbar. Jika kabupaten kota lainnya di Sumbar sudah kuat di segala bidang, maka Sumbar juga akan kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Kabuntaran Talu Tuanku Bosa XV Ir. H. Jhonny ZA. MM. SI mengatakan jika sudah 40 tahun merantau dan tibalah saatnya untuk melanjutkan titah raja.
“Sudah 40 tahun lamanya di rantau orang, menimba ilmu menambah pengetahuan, berikhtiar mencari reski meninggalkan Talu kota kelahiran tercinta ini. Mujua nan indak dapek diraih, Malang nan indak dapek ditulak, malang dek kami kini dengan berpulangnya ke Rahmatulloh mamanda kami Tuanku Bosa XIV, Dr. H. Fadlan Maalip, SKM,”katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu berdasarkan wasiat yang diterima dari mamanda Tuanku Bosa XIV. Sambuik bajawek mamak ka kamanakan manaruihkan niaik nan alun sampai, tokok nan sadang tabangkalai. Mako tibolah masonyo manjalankan titah untuk melanjutkan perjuangannya beliau sebagai Tuanku Bosa XV.

“Saya Ir. H. Jhonny ZA, MM.SI, Tuanku Rajo Johan, dengan segala kekuatan yang ada, saya ridho dan ikhlas menjalankan amanah dan titah dari beliau. Begitu menerima tugas dan tanggung jawab sebagai pucuak adaik nagari Talu, saya bertekad melanjutkan untuk memantapkan adat dan meningkatkan ekonomi anak nagari Talu meneruskan usaha yang sudah beliau lakukan,”ujarnya.