BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Mata Bupati Banjar, HG Khairul Saleh sontak memerah. Juga basah oleh air mata. Suaranya pun terbata-bata saat berpidato di depan puluhan otang yang berkumpul di aula Hotel Arum, Banjarmasin, Sabtu (24/7).

“Saya bersyukur keluarga besar Kesultanan Banjar berkumpul kembali. Saya berjanji membangun kembali Kesultanan Banjar seperti sediakala. Ini demi mempersatukan zuriah para raja terdahulu,” ucapnya.

Khairul mengaku terharu dengan terpilihnya dia sebagai Raja Muda Banjar. Dia pun dianugerahi gelar pangeran oleh pemangku adat yang berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Pemilihan Raja Muda Banjar dilakukan dalam acara Musyawarah Tinggi Adat dan Pelantikan Pemangku Adat Kabupaten dan Kota, Pengurus Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar. Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Rosehan NB, Sekjen Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FKSN) KPH Gunarso Gunawan Kusumodiningrat dan Ketua Yayasan Sultan Adam sekligus Pemimpin Umum Banjarmasin Post, HG Rusdi Effendi.

Leluhur Bupati Ada yang Bernama Pangeran Singasari
Masyarakat Kabupaten Banjar pantas berbangga. Kepala daerahnya, Bupati Banjar HG Khairul Saleh, MM mendapat kehormatan dinobatkan menjadi Tokoh Pelestarian Budaya oleh Forum Sulaturahmi Keraton se Nusantara (FSKN). Bukan hanya itu, HG Kahirul Saleh juga dianugerahi sebuah pusaka peninggalan abad ke 12 yang dibuat oleh Mpu di zaman Kerajaan Singosari.