Rangkaian Acara Milad ke-510 Kesultanan Banjar Hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2014. Mahligai Sultan Adam   Acara Bakasai   Kesultanan Banjar memulai rangkaian acara Milad ke-510 dengan acara Bakasai, Batimung, Bapacar dan Bapapadah. Rangkaian upacara ini adalah termasuk dalam upacara adat proses perkawinan dalam adat Banjar.   Acara Bakasai, Batimung,Teruskan Membaca

  Nama-nama Wadai Banjar 41     Sumber: Datu Mangku Adat H Syarifuddin R     Penyajian wadai khas Banjar yang disebut dengan Wadai Banjar 41 sebagaimana diuraikan sebelumnya, merupakan peninggalan tradisi lama, yang kemudian dilestarikan karena memiliki nilai tradisional sebagai bagian dan budaya orang Banjar.   Wadai Banjar 41Teruskan Membaca

  Sumber : Datu Mangku Adat H Syarifuddin R   Bahan Pokok yang banyak digunakan dalam pembuatan (pengolahan) wadai adalah:   1.  Beras (tepung beras) 2. Ketan (tepung ketan) 3. Gula merah 4. Kelapa (santan) 5. Gula putih 6. Garam 7. Air kapur   Dalam penyedian beras melambangkan, sebagai bahanTeruskan Membaca

    Sumber: Datu Mangku Adat  H. Syarifuddin R     Dalam sajian upacara adat, ada 4 (empat) warna yang selalu ditampilkan, yaitu warna merah, putih, kuning dan hijau. Ke empat warna tersebut dipercayai memiliki makna tertentu yaitu: Merah, ibarat darah yang ada di dalam tubuh dapat juga dikatakan sebagaiTeruskan Membaca

Sumber: Datu Mangku Adat H. Syarifuddin R Tujuan dari semua upacara adat ini seperti telah dikemukakan adalah untuk mengatur dahar atau memberi makan kepada makhluk-makhluk ghaib dengan harapan agar tidak mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup manusia. Atur dahar yang merupakan suatu adat dan kebiasaan dari masyarakat Banjar sebagai pendukungnya diwujudkanTeruskan Membaca

    Sumber : Datu Mangku Adat  H. Syarifuddin R     Cara memasak wadai bagi orang Banjar pada mulanya sangat sederhana yaitu dengan cara dijarang (direbus), dibanam (dibakar), dipanggang, disanga (digoreng), dan disumap (dikukus). Alatnya pun sangat sederhana pula yaitu berupa panci yang terbuat dari seng untuk menjarang (merebus)Teruskan Membaca

    Sumber : Datu Mangku Adat H Syarifuddin R   Tamu dari luar daerah sering bertanya mengenai istilah khas dari kuliner Banjar, yaitu wadai 41. Mereka bertanya-tanya bagaimana  bentuk dan rupanya kue yang dinamakan 41 itu. Ada yang beranggapan wadai 41 ini adalah satu macam kue, tetapi sebenarnya wadaiTeruskan Membaca

Setelah mendapatkan jawaban perihal lamaran, proses selanjutnya adalah bapapayuan atau bapuputusan (penentuan mahar). Upacara ini dilakukan bertempat di rumah calon mempelai wanita dengan mengundang pihak keluarga dan tetangga yang dekat. Utusan dari pihak pria dan dari pihak wanita terdiri dari pria kedua belah pihak. Yang diutus ini selain tua jugaTeruskan Membaca

Setelah acara basasuluh selesai biasanya akan ditindaklanjuti dengan acara melamar. Utusan yang menyampaikan lamaran tersebut biasanya dua orang wanita tua, yang sebagian masih ada hubungan kekeluargaan dengan pihak pemuda yang akan dijodohkan. Pada waktu melamar resmi kadang-kadang terjadi bersilat lidah dengan pantun-pantun atau bahasa berkias lainnya, oleh utusan dari pihakTeruskan Membaca

Salah satu tahapan dalam melaksanakan perkawinan adat Banjar adalah proses basasuluh. Maksud basasuluh ini adalah mencari keterangan langsung mengenai data gadis yang akan dilamar atau dipinang. Mungkin hampir sama dengan istilah mengadakan orientasi pertama dalam rangka mencarikan jodoh anak atau keluarga yang diwakilinya. Ini dijalankan sebelum lamaran resmi disampaikan melaluiTeruskan Membaca