Saat mendengar kata bangkit maka akan terpikirkan beberapa pertanyaan, apakah sebelumnya Kesultanan Banjar rebah? tidur? atau bahkan terkubur?

Kesultanan Banjar adalah sebuah sistem pemerintahan kerajaan yang didirikan pada tahun 1526 M oleh raja pertamanya yaitu Sultan Suriansyah. Setelah itu Kesultanan Banjar tumbuh dan berkembang melintasi zaman selama beberapa abad.

Seperti umumnya hal-hal yang ada di dunia ini. Kehidupan bergerak dari masa kecil – muda – tua. Karena itu Kesultanan Banjar tidak bisa menolak takdirnya. Setelah berdiri dengan wilayah kekuasaan hampir separo pulau Kalimantan maka tiba pula saatnya kejatuhan Kesultanan Banjar.

Melalui beberapa peristiwa atau kejadian bersejarah, sebuah kerajaan yang asalnya jaya akhirnya menemui masa sulitnya akibat penjajahan bangsa lain. Bangsa Belanda melalui kekuatan tentara dan politiknya yang lebih culas berhasil menghapuskan secara sepihak kedaulatan Kesultanan Banjar di tahun 1860 M.

Selama lebih dari satu abad dalam kekosongan kedaulatan maka pada tahun 2010 M para juriat yang berkumpul sepakat untuk membangkitkan kembali Kesultanan Banjar sebagai benteng pertahanan untuk adat dan budaya Banjar dari gerusan zaman.

Berlatar dari keprihatinan akan lunturnya budaya leluhur itulah Lembaga Adat Kekerabatan dan Kesultanan Banjar (LAKKB) didirikan. Lembaga ini berusaha menghidupkan kembali budaya Kesultanan Banjar yang sarat dengan nilai-nilai lokal. LAKKB dibentuk berdasarkan Akta Notaris Henny Rupiyanti, SH Nomor 18 tanggal 19 Juni 2010.

Keberadaan LAKKB memiliki landasan hukum berupa:

  1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya;
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan, Keraton, dan Lembaga Adat dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah.

Tujuan dibentuknya LAKKB adalah dalam rangka melestarikan budaya Kesultanan tempo dulu di samping menguatkan hubungan kekerabatan para zuriat dan keluarga.

Melalui LAKKB, dalam rangka melestarikan budaya Kesultanan Banjar, digelar penobatan atau pendudusan Raja. Sekaligus akan dianugerahkan gelar-gelar Pangeran dan gelar bangsawan kepada juriat atau kerabat atau tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap layak untuk menerima anugerah.

Dari pembentukan LAKKB inilah sejarah bangkitnya Kesultanan Banjar akan dimulai.