Berita, Kegiatan Sultan, Kesultanan Banjar

Mengenal Lebih Dekat Putri Dhia Karima

217

Di balik kesuksesan Sultan Banjar, Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah dalam memperkenalkan budaya Banjar, tentu ada orang-orang yang menjadi penyemangat, terutama di lingkungan keluarga. Baik itu sang Permaisuri Hj. Raudhatul Jannah, putra sulungnya Pangeran Gusti Dhia Hidayat dan seorang Putri Kesultanan Banjar, yakni Putri Gusti Dhia Karima atau Putri Karima Khairul Saleh.

Dulu, mungkin masyarakat tidak begitu memperhatikan sosok putri satu-satunya dari Sultan Banjar ini. Karena waktu itu dia masih kanak-kanak. Nah kini, Putri Karima sudah tumbuh dewasa dengan paras cantik dan menawan, namun tetap berpenampilan sederhana dan bersahaja, tidak seperti putri raja atau putri sultan kebanyakan dengan busana yang penuh gemerlap.

Sebagai Putri Kesultanan Banjar, Putri Karima berusaha untuk terus membantu kegiatan yang dilaksanakan Kesultanan Banjar, seperti kegiatan sosial dan mencoba membantu meningkatkan kesadaran remaja akan sejarah Banjar, karena masih banyak masyarakat Banjar yang kurang mengetahui sejarah Banjar.

Disinggung mengenai identitasnya terhadap kawan-kawannya di lingkungan sekolah, Putri Karima mengaku selama ini tidak pernah memberitahukan identitasnya.
“Dari halus atau masih sekolah sampai sekarang, ulun kada pernah mengungkapkan lawan orang-orang, baik kawan parak pun, kalau ulun ini siapa dan anak siapa? Orang sendiri yang mencari tahu tentang identitas ulun. Alhamdulillah setelah orang-orang tahu, responnya positif,” kata Putri Karima dengan logat Banjarnya.

Sedangkan ditanya soal hubungan dia dengan orangtua atau Sultan Banjar beserta Permaisuri, Putri Karima hanya tertawa kecil. “Hehe…sama lawan keluarga-keluarga lain pada umumnya, hubungan ulun dengan Sultan dan Permaisuri sangat dekat, rancak begayaan, kadang dipuji kadang digayai, bisa dibilang sudah seperti sahabat,” ujarnya polos.