Berita, Kegiatan Sultan

Sultan Banjar Sambut Kapolda Kalsel yang Baru

17

Propinsi Kalimantan Selatan mendapat penggantian Kapolda. Sebelumnya jabatan Kapolda Kalsel dijabat oleh Irjen Pol Rachmat Mulyana. Penggantian ini secara resmi berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2018. Kapolda yang baru adalah Irjen Pol Drs. H. Yazid Fanani. Beliau kelahiran Kediri Jawa Timur pada tanggal 29 April 1965. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988.

Pada hari Rabu tanggal 5 September 2018, jajaran Polda Kalsel yang diwakili oleh KBO Dit Sabhara Polda Kalsel AKBP H. Toetoes mengunjungi Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah. Kedatangan ini dalam rangka silaturahmi antara instansi Polda Kalsel dengan salah satu tokoh Kalsel yaitu Sultan Banjar. Selain itu jajaran Polda Kalsel ini membicarakan penyambutan Kapolda baru yang akan tiba di Banjarmasin pada hari Sabtu tanggal 8 September 2018.

Dalam penyambutan tersebut direncanakan Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah sebagai Sultan Banjar akan menyerahkan sebuah Mandau Talabang kepada Kapolda Kalsel yang baru. Mandau adalah senjata tradisional suku asli yang ada di Kalimantan menjadi simbol kekuatan, keadilan, persatuan sekaligus simbol persatuan. Sedangkan Talabang adalah perisai yang berfungsi sebagai alat tangkis menunjukkan kesanggupan dalam mempertahankan diri.

Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah berharap dengan diserahkan Mandau Talabang kepada pimpinan kepolisian di daerah ini bisa menjadi simbol dalam menjaga keamanan dan ketertiban negeri Banjar. Yang Mulia Sultan Banjar juga berharap Kapolda yang baru ini akan terus menjaga suasana kondusif Propinsi Kalimantan Selatan agar masyarakat bisa beribadah dan bekerja dengan tenang sehingga perekonomian Kalimantan Selatan bisa meningkat dan sejahtera.

Yang Mulia Sultan Banjar yang juga sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara berharap Kapolda yang baru mampu menjalin silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat dan yang tak kalah penting bisa mengemban amanah menjaga stabilitas politik dan demokrasi yang kondusif menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden pada April 2019.