datu mangku adat 2

Datu Mangku Adat H Syarifuddin R lahir di Amuntai pada tanggal 12 Februari 1952, setelah menamatkan SMEA Negeri Amuntai, beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai staff teknis bidang Permuseuman, sejarah dan kepurbakalaan Depdikbud Kalsel tahun 1976.

 

Kegemarannya membuat karya tulis semakin mantap saat sebagai pegawai Depdikbud Kalsel, berbagai karya tulis bidang sejarah tradisional sudah dibuat dan setiap tahun diadakan penelitian tentang buku budaya.

 

Menjadi penulis buku memang lahir secara alami karena secara formal tidak pernah belajar menulis buku atau sastra, justru lingkungan keluarganya yang membuatnya menjadi penulis. Bersama  Anang Adenansi  yang  juga merupakan sepupunya pernah menulis serial cerita Si Sarawin pada tahun 1980.

 

Pernah menjabat sebagai Kepala Taman Budaya Provinsi Kalsel pada tahun 1995 – 1998 dan terakhir menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sampai dengan masa pensiun tahun 2009.

Selama 36 tahun menggeluti bidang kebudayaan Banjar telah melahirkan beberapa buku diantaranya:

–  Isi dan Kelengkapan Rumah Tangga Tradisional menurut Fungi dan Kegunaannya Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1982

–  Dampak Modernisasi Terhadap Hubungan Kekerabatan Daerah Kalsel, Depdikbud, 1983

–  Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalsel, Depdikbud, 1988

–  Peranan Pasar pada Masyarakat Pedesaan Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1990

–  Pembinaan Budaya dalam Lingkungan Keluarga Daerah Kalsel, Depdikbud, 1998

–  Pengobatan Tradisional Daerah Kalsel, Depdikbud, 1994 (bersama Drs. H. Yustan Aziddin)

–  Makanan Tradisional menurut Fungsi dan Cara Penyajiannya Daerah Kalsel, Depdikbud, 1996

–  Wujud, Arti dan Fungsi Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Pendukungnya Daerah Kalimantan Selatan, Depdikbud, 1996

–  Pembinaan Nilai Budaya Melalui Permainan Rakyat Daerah Kalsel, Proyek P2NB Kalsel, 1996

–  Syair Sejarah Kerajaan Banjar Negara Dipa di Kalimantan Selatan, 1997 (bersama Nadir Adransyah, B.A)

–  Kearifan Lingkungan pada Masyarakat Pedesaan Daerah Kalsel 1997 (Anggota Tim)

–  Dapur dan Alat-Alat Memasak Tradisional Daerah Kalimantan Selatan, 1988

–  Pola Pengasuhan Anak Tradisional Daerah Kalsel, 1996 (Anggota Tim)

–  Muatan Lokal Budaya dan Etika, 1993 Anggota Tim

–  Adat Istiadat dan Upacara Perkawinan Banjar (Editor), 1994

–  Anggota Tim Penulis Sejarah Daerah Kalimantan Selatan, 2004

–  Anggota Tim Penulis Urang Banjar dan Kebudayannya, 2005

–  Anggota Tim Penyusun Materi Muatan Lokal Kebudayaan Banjar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, 2011

–  Anggota Tim Peneliti/Penulis Upacara Daur Hidup Kalimantan Selatan, 2012

 

Di dalam organisasi saat ini beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kalimantan Selatan periode 2014 -2019 dan sebagai anggota dari Lembaga Budaya Banjar sejak tahun 1997.

datu mangku adat
 

Atas pengabdian dan karyanya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Banjar, Sultan H. Khairul Saleh pada tahun 2010 menganugerahkan gelar keagungan Kesultanan Banjar : Datu Mangku Adat.

 
Saat ini beliau masih aktif menulis dan sebagai dosen pengajar di AKPARNAS dan STIKIP PGRI Banjarmasin.
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.