Sejarah Banjar

Kerajaan Banjar Dihapus Belanda

0 104

Perjuangan para Sultan dan Bangsawan Banjar bersama rakyat Banjar yang gigih membuat pihak penjajah/Belanda kehabisan akal.
Akibatnya mereka mengeluarkan sebuah maklumat tertanggal 11 Juni 1860 yang isinya penghapusan Kerajaan Banjar dan berikutnya
hanya menjadi wilayah Gubernment Belanda.

Penghapusan sepihak dari pemerintah kolonial Belanda tersebut tidak membuat para pejuang  dan Para Pangeran dari Kerajaan Banjar
tunduk dan menerima begitu saja,mereka terus mengobarkan perlawanan di seluruh wilayah kerajaan Banjar. Para penerus Kerajaan Banjar tetap berjuang dan mengusahakan
agar Kerajaan banjar tegak dan tidak tunduk dengan penjajah.

Menurut banyak ahli sejarah,tidak bisa sebuah Kerajaan seperti Kerajaan Banjar dihapus seenaknya seperti yang
dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.Buktinya masih ada upaya perlawanan para Pangeran dan Bangsawan dari Kerajaan Banjar dan di pengasingan. Pangeran Antasari,
Pangeran Hidayatullah, Demang Lehman dan kawan-kawan tetap berjuang melawan Belanda walaupun sudah keluar maklumat tersebut.
Jauh setelah era tersebut Gusti Khairul Saleh yang keturunan raja-raja Kerajaan Banjar telah berusaha membangun dan mengumpulkan kembali
para keturunan raja Banjar dan segala peninggalan yang bersejarah . Ia menghidupkan kembali Kerajaan  Banjar dan membentuk sebuah Lembaga Kerukunan Kesultanan Banjar LKKB
Dalam sebuah musyawarah besar para bangsawan Kerajaan Banjar Gusti Khairul Saleh dipilih secara Aklamasi  dan diangkat sebagai menjadi Raja Muda Banjar
dengan gelar Sultan, namun dengan rendah hati dan halus ia menolak gelar tersebut. Gusti Khiarul Saleh mau menerima hanya dengan gelar Pangeran saja.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *