Arus globalisasi dengan mengatasnamakan modernisasi dewasa ini adalah hal yang tak bisa di elakkan, telah merasuk keberbagai sendi kehidupan masyarkat dalam berbagai bentuknya di semua bidang. Globalisasi selain membawa pengaruh positif, juga membawa pengaruh negatif, terutama terhadap tatanan budaya dan nilai-nilai luhur yang sudah ada dan hidup di tengah masyarakat.

Republik Indonesia sebelum merdeka, dalam sejarahnya memiliki banyak Kerajaan dan Kesultanan, diantara Kesultanan tersebut adalah Kesultanan Banjar, yang berdiri tumbuh berkembang di pulau yang kini dinamakan Kalimantan, dengan pusat Kesultanannya yang terakhir di Martapura, Kalimantan Selatan.

Kesadaran akan efek negatif globalisasi diatas, menjadi pemikiran bersama khususnya oleh dzuriat-kerabat Kesultanan Banjar, berupa gagasan pentingnya sebuah perkumpulan yang bisa menyatukan ide, gagasan, gerak dan semangat bersama semua kalangan untuk ma’angkat batang tarandam (menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kearifan lokal masa lampau Kesultanan Banjar), dalam kehidupan masyarakat sekarang.

Perkumpulan ini tidak dimaksudkan untuk menghidupkan kembali feodalisme masa lampau. Melainkan bagaimana cara kita menggali, melestarikan dan mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan dari Kesultanan Banjar sebagai pusat pemerintahan dan budaya gagasan masa lampau.

Akhirnya, dengan niat yang tulus dan mengharapkan rahmat Allah SWT., kami namakan organisasi ini : LEMBAGA ADAT DAN KEKERABATAN KESULTANAN BANJAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.